PangrangoCamp || Event Organizer Kawasan Cibodas TN Gede Pangrango

Cibodas Puncak - Cibodas Cianjur , CIbodas Cibodas Cibodas dan Cibodas

Jika Jakarta terasa terlalu panas, main ke air terjun saja. Ada tuh yang dekat, di Kebun Raya Cibodas! Indonesia dengan topografi yang variatif membuat alamnya punya banyak wajah menarik untuk dikunjungi. Salah satu wajah alam yang akhir-akhir menarik perhatian saya adalah ragam air terjun yang tersebar di seantero nusantara. Sebut saja ada Grojogan Sewu di Tawangmangu, Solo dan Tiu Kelep di Senaru, Lombok. Tentu saja masih seabrek nama lagi yang belum disebutkan. Minggu lalu, saya bersama dua teman menyempatkan waktu untuk berburu wisata ke air terjun. Kali ini buruannya terletak di Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat. Jika mengandalkan kendaraan umum, gunakan Commuter Line untuk terlebih dahulu menuju Stasiun Bogor. Pilihan lain menuju Kebun Raya Cibodas ialah dengan menggunakan bus umum. Ambil saja rute dari Kampung Rambutan menuju Cianjur. Tapi, saya merekemondasikan naik kereta demi menghindari kemungkinan macet di jalan Dari Stasiun Bogor, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan  Angkot 03 menuju Terminal Baranangsiang. Tarifnya Rp3.000. Berhentilah di pertigaan bawah jembatan dekat terminal dan lanjutkan perjalanan dengan mobil Colt berwarna putih jurusan Cianjur, tarifnya Rp17.000. Lama perjalanan berkisar 1-2 jam. Jika menggunakan bus menuju Cianjur dari Kampung Rambutan, tarifnya berkisar Rp20.000-Rp40.000 (Non-AC/AC) dengan lama perjalanan kurang lebih 3 jam. Kemudian, baik yang menggunakan bus maupun Colt, berhentilah di pertigaan menuju Cibodas. Perjalanan menuju ke Kebun Raya Cibodas dilanjutkan dengan menaiki angkot berwarna kuning yang ngetem di cabang pertigaan jalan yang menanjak. “Kalau dari bawah, 4KM neng,” jelas supir mengenai jarak dari tempat ngetem sampai ke depan pintu gerbang Kebun Raya Cibodas. Karena itu, perjalanan menanjak pun tak lama. Cukup 10 menit saja kami sudah tiba. Ongkosnya cuma Rp3.000 saja. Curug Ciismun Masuk Kebun Raya Cibodas(KRC), relakan Rp9.500 per orang sebagai penukar tiket. Begitu masuk, saya segera mampir di depan peta besar yang dipajang dekat gerbang. Ada 25 titik yang ditandai di peta, tapi mata saya cuma tertuju pada dua titik yang menunjukkan keberadaan air terjun. Keduanya bernama Curug Ciismun dan Curug Cibogo. Letak keduanya cukup berjauhan sehingga saya memutuskan untuk mendatangi yang paling jauh di ujung selatan KRC terlebih dahulu, sekitar 2km dari pintu masuk. Ciismun namanya. Sebuah curug dengan air tumpah dari tebing setinggi lebih kurang 25 meter. Mengambil rute melewati pepohonan Araucaria -sejenis cemara- mata dimanjakan dengan pemandangan yang bernuansa hijau. Hari itu matahari memang terik menyinari kebun yang sudah ada sejak 1852. Namun, tentu tak terasa teriknya saat berada di ketinggian 1.275 mdpl dengan kisaran suhu 18-27 derajat. Kami pun berjalan santai sambil mencari-cari petunjuk jalan menuju Ciismun. Rupanya dari arah kolam besar, kita harus menyusuri lintasan berbatu yang menurun dan bertangga curam. Lintasannya sempit, terjal dan tidak disediakan pondok untuk istirahat. Apabila Kebun Raya Cibodas sedang ramai, seringkali pengunjung harus mengantri turun. Track ini tidak panjang, hanya sekitar 300m. Setelah menuruni tangga maka lintasan yang tersedia lurus dan rata, setidaknya sampai mendekati air terjun baru terlihat sedikit berundak dengan batu-batu kali besar menghadang jalan. Begitu bertemu dengan Curug Ciismun ada rasa yang membuncah di dada, seperti ketika menerima hadiah yang sudah dinanti-nanti. Hari itu memang ramai sekali dengan pengunjung, maklum masih dalam suasana libur lebaran. Tentu saja kerumunan orang-orang itu tidak menciutkan hati saya untuk terus maju sampai akhirnya bertatapan dengan curahan air tumpah yang mengabutkan sekitarnya. Brrr! Dingin sekali air Ciismun ini. elain wisata air terjun, Kebun Raya Cibodas menawarkan akitifitas lain untuk dinikmati pengunjung yang kebanyakan datang dalam jumlah rombongan. Kegiatan seperti bersantai dan piknik adalah yang paling kentara terlihat di Kebun Raya Cibodas. Selain itu, kebun ini memiliki koleksi ragam tanaman yang banyak, dari koleksi tanaman obat, paku-pakuan, anggrek sampai kaktus. Kalau sedang beruntung, di bulan Januari-Februari dan Agustus-September, kita bisa piknik sambil menikmati bunga sakura yang bermekaran di Taman Sakura. Pilihan lain, piknik di padang rumput luas sambil memandangi matahari terbenam di balik Gunung Gede-Pangrango. Pulangnya, bisa membawa oleh-oleh stroberi dari kebun stroberi mini dekat Musholla di Pintu Masuk Utama.

Instagram.